Pengumpan RSS

Arsip Kategori: Pengembangan Diri

Karena Menulis Memanjangkan Hidup Anda


Cobalah anda renungkan kata-kata berikut ini:

“jika anda bukanlah seorang anak raja, atau seorang ulama besar, maka jadilah penulis.” Kalimat ini datang dari seorang yang juga penulis buku bestseller. Dia adalah Al-Ghazali. Dia adalah penulis buku Ihya Ulumuddin yang terkenal. Maksud dari kata-kata diatas tidak lain karena anak seorang raja tentu saja akan dikenal oleh banyak orang, begitu juga anak seorang ulama besar. Tetapi jika anda, saya atau siapapun bukan anak orang besar, maka jadilah penulis karena dengan menulis anda akan dikenal. Ketika anda meninggalpun anda telah meninggalkan jejak bagi orang lain.

Bukankah sejarah juga dikenal karena ditemukannya berbagai macam tulisan jaman dulu? Nah, tulislah sejarah anda sendiri dengan tangan sendiri. Tinggalkan jejak untuk anak cucu anda, sehingga ketika anda meninggal kelak, anak cucu anda akan tetap mengenal anda lewat tulisan-tulisan yang anda buat. Huh….rasanya kalau sudah berkata seperti itu saya ingin segera menulis banyak buku untuk anak cucu saya agar bisa memberikan nasihat untuk mereka walaupun saya sudah meninggal nanti.

Semakin banyak buku yang saya terbitkan semakin banyak orang yang membaca buku saya dan semakin banyak orang yang mendapatkan manfaatnya maka semakin senanglah saya karena pahala orang yang membaca buku saya akan terus mengalir. Subhanallah…semoga buku inipun menjadi pahala bagi saya karena telah menuliskan apa yang saya tahu dan bermanfaat bagi orang lain….amin….(Kutipan dari Calon Buku “Kitab Terlarang Menulis Buku Best Seller” -Ku)

Impianku Di Tahun 2012-2013

Dua hari yang lalu pada hari senin malam akhirnya bisa ikut kelas Entrepreneur University (EU). setelah sebelumnya saya bolos dua kali pertemuan. Rasanya senang sekali bisa kumpul dengan teman-teman di kelas EU. Dua kali membolos berarti dua materi berharga hilang. Tapi tidak apa-apa. Insyallah masih bisa nyusul materi-materi selanjutnya.

Tema materi untuk pertemuan EU adalah bagaimana cara membuat Brand Bisnis Kita Seperti Meludah. haisss….ini materi pasti sangat canggih. Dan benarlah memang sangat canggih. Tapi bukan ini yang ingin saya ceritakan disini. Saya ingin menceritakan tentang materi sebelumnya, yaitu bagaiamana sebuah impian itu bisa terwujud. Pa Akir (begitulah sapaannya) yang merupakan owner Mie SP (Mie Special Pedas) sekaligus pemilik beberapa tempat perumahan menceritakan bagaimana impiannya satu persatu terwujud hanya dengan menuliskannya pada selembar kertas. Sebenarnya materi ini sudah saya praktikan semenjak saya masih kuliah. Saya membuatnya dari tahun 2007 sampai 2014. Dan subhanallahnya hampir setiap tahun impian-impian itu terwujud persis sepertia yang pemateri sampaikan.

setelah pemateri menyampaikan tentang impian, selanjutnya ia kemudian menyuruh kepada kelas untuk menuliskan impian-impiannya satu sampai dua tahun kedepan. Baiklah…akhirnya saya menulis impian-impian baru saya. setidaknya ada 6 impian yang saya tulis, yaitu:

  1. Mempunyai minimal 5 cabang Avicena English Course dalam satu tahun.
  2. AEC Mempunyai omzet Rp 50 juta di bulan Mei 2012
  3. Mencetak minimal 50 penulis dalam tahun 2012
  4. Haji Backpacker pada bulan Oktober 2012
  5. S2 di Jerman Juli 2013
  6. Mengumrohkan Orang tua Februari tahun 2013

itulah ke enam impian yang saya tulis ketika di kelas EU. Kita lihat apakah dua tahun yang akan datang. Insyallah saya akan posting perjalanan impian saya disini. Targetan yang pertama adalah omzet AEC minimal nyampe Rp 50 juta di bulan Mei mendatang.

Bukan beraksud sombong sodara-sodara impian saya tulisan disini. :D tidak sama sekali. Pengalaman telah membuktikan bahwa ketika impian ini kita tuliskan, maka alam semesta akan mendukung kita. Bukankah Allah swt juga mengajarkan hal ini? coba anda lihat hadits Qudsi yang menyatakan Bahwa ALlah sesuai dengan prasangka hamba-hambaNya. Jika kita meyakini bahwa apa yang kita lakukan akan terwujud, maka hal tersebut sudah 50% akan terwujud. Tinggal bagaimana kita melakukanAction untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Ingin bukti? Baiklah…:) Di tahun 2007 saya mulai menuliskan target-target sya setiap tahunnya sampai tahun 2012. yang saya tuliskan adalah:

1. Lulus kuliah pada Juli tahun 2007

2. Mempunyai bisnis November 2007

3.  Menikah Oktober 2009

4. Lanjut kuliah 2008

5. mempunyai rumah 2010

6. Mempunyai Kursus bahasa Inggris 2011

dan masih ada beberapa impian yang belum saya tulis disini namun sudah terkabul. Inilah yang kemudian telah membuktikan bahwa keyakinan kita terhadap impian tersebut searah dengan perjalanan kehidupan kita untuk merealisasikannya. ketika anda ingin bangun pagi jam 3 maka anda akan bangun pagi jam 3. Seperti itulah kira-kira impian yang anda tuliskan.

Jadi, mari kita menuliskan mimpi-mimpi kita dalam sebuah kertas. Kemudian kita akan takjub disuatu hari nanti bahwa impian anda ternyata satu demi satu terwujud…:D Mau ikut bermimpi sodara-soadar? kalo mau ikut, yuk bareng-bareng. Kita tunjukan dan buktikan bahwa impian kita layak untuk kita perjuangkan.

STOP BELAJAR Ketika Kita Sedang Dalam Persimpangan Jalan. Tetapi Berpikirlah Dan Tentukan Pilihan

Judul buku ini jika di baca dengan mata telanjang maka akan menyesatkan” Begitulah kira-kira ketika buku STOP BELAJAR!! Kalau Ingin Pintar kemarin di bedah oleh Prof.Dr. KH. ABdullah ALi, MA. Lalu beliau melanjutkan “Namun, mas Tendi ini seperti saya 40 tahun yang lalu yang sangat semangat dan penuh dengan optimisme. Saya selalu menempelkan apa-apa yang menjadi impian saya sewaktu kuliah. Isinya telah membuat siapa saja yang membaca buku ini menjadikannya justru akan lebih bersemangat dalam belajar.”

Begitulah kira-kira komentar buku STOP BELAJAR!! Kalau Ingin Pintar dari Prof. Ali (begitu saya memanggilnya).  Ada sebuah statmen yang sangat mewakili tentang buku ini dari Prof. Ali. beliau berkata”Penulis buku ini menceritakan tentang kehidupan pendidikan penulisnya. Ia bertemu dengan persimpangan jalan. Apakah ia harus belok kiri, kanan, atau lurus.? Disinilah letak seseorang ketika telah merasakan bahwa belajar begitu sangat melelahkan namun tidak ada hasil sama sekali.”

Saya pikir, bukan hanya dalam belajar saja kita harus menemukan alasan yang tepat kenapa kita harus belajar? buat apa kita belajar? apakah yang kita pelajari adalah sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan kita di masa yang akan datang? Dalam kehidupan sejatinya harus bertanya seperti demikian pula. Hal ini penting agar kita tidak terjerembab ke dalam kehidupan yng tidak jelas. Kenapa? karena ternyata banyak orang yang bingung dengan kehidupannya sendiri. Ia bingung kenapa ia harus hidup di dunia ini. Ia juga bingung buat apa ia barada dalam kehidupan ini.

Oleh karena itu perlu ada alasan yang tepat kenapa kita harus berada dan menjalani kehidupan ini. Secara garis besar inilah sesungguhnya yang ingin saya sampaikan dalam buku ini. Belajar bukan melulu di bangku formal, tetapi belajar bisa dimana saja. bahkan seperti sesuatu yabg berserakan di jalan. Sejatinya itulah pembelajar yang mempunyai arah yang jelas kenapa ia harus belajar. wallahua’lam

 

Jangan Menulis Buku…!!!

yup, jangan menulis buku sekali lagi…kenapa? karena menulis buku dapat menyebabkan kamu ngantuk, laper, susah tidur, dikejar-kejar Jin (hehehe…editor maksudnya…piss)…..

saya bilang jangan “menulis buku kawan…” kawanku langsung protes karena dia suka banget nulis. “Lha orang mah nulis buku itu penting…situ ngapain nulis buku?”

Ada banyak kisah tentang penulis-penulis dalam melewati proses menulisnya. Banyak diantaranya akhirnya menyerah dan berhenti menulis.

banyak teman yang bertanya bagaimana sih nulis? kok ya aku tulisannya ga kelar-kelar? padahal sudah berusaha skuat mungkin bagaimana caranya agar buku saya rampung. mangkanya saya bilang ke kawan tersebut “jangan menulis buku kalau kamu hanya memakai waktu sisa untuk menulis buku.”

Menulis itu bukan hanya sekedar waktu siswa, kita harus punya waktu khusus untuk menulis karena dengan waktu khusus itulah menjadikan kualitas tulisan kita lebih manknyus dibandingkan menggunakan waktu sisa. kenapa? karena waktu sisa berarti tenaga dah capek, otak sudah nge hange karena kerjaan selama seharian dan hal-hal lainnya yang menyebabkan tulisan menjadi hambar.

“jangan menulis buku jika tidak punya visi yang jelas.” banyak ketikasaya bertanya ke kawan-kawan yang sedang menulis lalu saya tanya “wah, lagi nulis ya?” Lalu dia jawab “ngga mas, iseng aja.”

Saya pikir menulis bukan hanya sebuah keisengan semata. keisengan menyebabkan apa yang kita tulis menjadi sesuatu yang sekedarnya, tidak mempunyai arah yang jelas “niy buku mau dibawa kemana.” Menulis harus punya visi jelas sehingga menghasilkan sebuah tulisan yang bermanfaat. coba deh bayangkan seandainya JK. Rowling sang maestro penulis buku Harry Potter jika dia menulis hanya karena iseng saja, saya yakin novelnya tidak akan pernah diterbitkan ketika sekali ia kasih ke penerbit dan ditolak mentah-mentah.

penulis-penulis besar tidak menjadikan tulisannya menjadi sebuah keisengan. karena dia tahu dengan tulisan ia bisa merubah keadaan. Baik keadaan finansial maupun keadaan orang yang membaca buku ini. Seandainya Chairil Anwar menulis syair-syairnya dengan penuh keisengan maka saya yakin tulisannya tidak akan semegah namanya hari ini…yakinlah menulis karena iseng menyebabkan tulisan teman-teman hanya sekedar tulisan biasa.

Bagi penulis-penulis besar menulis merupakan proses menarik yang tidak bisa dilepaskan. Ia seperti candu yang kadang jika tidak melakukannya sedikit saja maka akan terasa ada sesuatu yang hilang. Menulis bagi penulis besar adalah berbicara tentang sebuah pikiran yang ingin ia muntahkan lalu ia berikan kepada setiap orang tentang isi otaknya.

jadi, sangat sayang rasanya jika kita hanya menulis di waktu-waktu sisa, atau hanya sekedar iseng-iseng belaka.

 

 

Karena Niat adalah Awal dari Keberhasilan

Alhamdulillah akhirnya bisa ngeblog lagi setelah beberapa minggu tak sempat untuk ngeblog. Selama offline banyak sekali kerjaan yang menuntut perhatian. kejar target nulis buku dalam seminggu, piuuwwhhh…akhirnya satu minggu terakhir adalah waktu-waktu yang sangat melelahkan. terbayanglah nulis setengah buku dalam seminggu… Jika saya lihat dari kerja keras saya dalam menulis buku tersebut, tentu saja sangat tidak sepadan dengan kerja lembur selama satu minggu setiap hari.

namun, ditengah-tengah perjalanan dalam menulis buku tersebut akhirnya saya tersadar bahwa jika saya menulis buku ini karena ingin mendapatkan uang, maka sangat sayang sekali ilmu didalam buku tersebut karena tidak akan mengalir dan menjadi pahala.

akhirnya saya revisi ulang niat saya dalam menulis buku. saya bangun kembali tujuan sesungguhnya dalam menulis buku bahwa semoga apa yang menjadi hasil pemikiranku selama satu minggu, hasil kontemplasi dengan berbadai sumber bacaan, menjadi pahala yang terus mengalir walaupun ketika itu saya sudah tiada.

Wah…dari situ akhirnya semangat menulis buku itu timbul kembali dan saya mencoba untuk menjadikan uang sebagai efek dari menulis saja. dan seketika itu juga hati menjadi tenang. begitupun dengan sbuah bisnis tentunya. dalam berbisnis tentu harus ikhlas menjalaninya. kejujuran merupakan kunci utama dalam berbisnis.

Jika tidak seperti itu bagaimana mungkin bisnis akan berkembang sementara keihklasan dan kejujuran yang merupakan faktor yang paling utama dalam bisnis tidak di indahkan? seorang Victor Asih yang membuat pelatihan sekolah bisnis gratis mengatrakan bahwa kerja ikhlas tanpa imbalan akan memberikan timbal balik pada suatu hari nanti. yang paling penting adalah niat kita berbisnis adalah untuk menolong orang yang membutuhkan selain untuk mendapatkan uang.

Saya ingin menceritakan sebuah cerita yang diceritakan di buku best seller victor Asih.” diceritakan bahwa ada seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsinya. skrips tentu saja membutuhkan dana yang sangat banyak, yang akhirnya menguras keuangan si mahasiswa tersebut. pada suatu hari si mahasiswa merasakan lapar yang teramat sangat. namun, uang yang ada disakunya cuma 2 ribu.

Jika tidak makan tentu saja akan membuatnya semakin merana, tapi jika makan, uang 2 ribu cukup untuk membeli apa? tapi akhirnya si mahasiswa tersebut pergi ke warung nasi juga. singkat cerita si mahasiswa menanyakan seluruh lauk yang ada disana dan hasilnya adalah uangnya yang 2 ribu masih kurang mencukupi. lalu si mahasiswa itu bertanya “kalau nasi sama kuahnya aja berapa bu?” si ibu itu menjawab “kalo kuahnya aja gratis” akhirnya si mahasiswa itu membeli nasi plus gratis ditambah bumbunya. si ibu merasa kasihan melihatnya.

Mungkin pikir si ibu si anak pasti orang tuanya kurang mampu atau mungkin lagi bikin skripsi sehingga harus ngirit. dengan perasaan kasihan, akhirnya si ibu menyelipkan telur kebawah tumpukan nasi. ketika tiba di kosan, sang mahasiswa terkejut karena ternyata di dalamnya ada telur yang diselipkan. akhirnya dengan semangat ia melahap nasi tersebut.

Kemudian si mahasiswa pada akhirnya terus memesan nasi kepada si ibu warung nasi tersebut. dan si ibu warung nasi tersebut selalu menyelipkan telur di bawah nasinya. pada suatu hari si mahasiswa sudah tidak pernah datang kembali ke warung. si ibu berfikir mungkin sudah lulus sehingga sudah tidak ke warungnya lagi. tahun demi tahun berganti. suatu saat tempat si ibu berjualan itu digusur karena akan ada pembangunan sebuah monumen.

Si ibu kebingungan karena dia tidak mempunyai tempat lagi untuk berdagang. namun, ditengah kegelisahan si ibu nasi, datanglah seorang pemuda yang membawa mpbil. pemuda itu bertanya apakah ibu digusur juga?” si ibu menjawab ya. lalu pemuda itu bertanya lagi “apakah ibu sudah punya tmepat baru?” si ibu kembali menjawab tidak. lalu tiba-tiba si ibu ditawari untuk menjaul makanan didekat kantor si pemuda tersbut.

Tempatnya tak usah disewa. jualannya terserah sampe si ibu tidak jualan lagi. si ibu merasa heran, siapa gerangan yang mau memberikan tempat berjualan. apalagi tempat teresebut tak perlu bayar. setelah ditelusuri ternyata yang mempunyai gedung tersebut adalah mahasiswa yang waktu itu selalu diselipi telur kedalam nasinya. subhanallah, keihklasan telah membuat sesuatu berubah. begitulah hakikat ikhlas. ia memberi tanpa harus meminta yang lainnya. bisnis seharusnya disandarkan kepada ikhlas semacam ini.

Budaya Membaca Buku

“Buku merupakan jendela dunia” inilah pepatah yang sering kali kita dengar. saya pikir hal tersebut sesuatu yang sangat tepat, karena dengan membaca seseorang mendapatkan ilmu tentang segala macam apapun.

sekarang-sekarang ini masyarakatpun sudah mulai memahami betapa pentingnya membaca. ini terlihat ketika saya mengunjungi toko buku. inilah contoh beberapa orang yang semangat membaca buku. Dari mulai anak2 yang semangat membaca sampai ke ibu2 yang serius membaca.

dan yang pemandangan yang paling indah adalah:bahkan saking menikmatinya mereka seperti sudah tidak memperdulikan lagi lingkungannya..(halah:-)) istripun sampai ikt-ikutan…yang memakai kerudung merah hati ini istri saya. ia juga asyik sekali membaca bukunya. sampai tak sadar kalau suaminya memotonya beserta orang lain..

inilah bukti kalau sekarang budya membaca buku semakin bagus dan menjadi. disela tidak adanya uang, mereka masih bisa memanfaatkan buku yang ada di toko tersebut untuk menambah ilmununya. hehe….

jadi, semangatlah membaca kawan…dengan membaca kita dapat mengenal dunia dan tidak merasa tertinggal, bahkan bisa jadi dengan membaca kita bisa menuangkan ide-ide kita dalam sebuah buku yang bisa dinikmati banyak orang…wow…keren kan….

Tong Kosong

“Tonk kosong nyaring bunyinya
Klentang-klentong kosong banyak bicara
Oceh sana-sini ngak ada isi
Otak udang ngomongnya sembarang”

“SLANK”

lirik ini langsung menghantam dinding-dinding nurani ketika saya mendengarnya…

wow betapa banyak yang saya ucapkan yang tidak bermanfaat dan merasa bahwa terlalu banyak bicara yang tidak membikin orang tercerahkan…..

banyak orang yang bicara tetapi ternyata seperti tong kosong…nyaring tanpa ada isinya…heemmmm…

mari kita usir yang bernama tong kosong…..mari kita benahi diri kita dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. memanfaatkan potensi diri kita semaksimal mungkin. karena dengan begitu bukankah hal tersebut merupakan bentuk bersyukur dengan potensi lain.

Blog=Sukses bisnis

apakabar teman-teman group pembelajar internet? wah kok masih pada sepi ya di group…? yang pada suka bisnis di internet, ayo dong bagi-bagi pengalamannya di group. kata orang bijak: membeti ilmu itu seperti bulan dimalam hari. dia akan menyinari kegelapan malam. brarti ngasih manfaat ke orang lain adalah hal yang positif bukan?

percaya deh ilmu mah ga bakal ilang kalo dikasih ke orang lain…^_^ okey. hari ini kita bahas tentang masalah kredibilitas seorang pebisnis lewat blog. tentu saja teman-teman saya yakin sudah faham atau minimal tai apa itu blog. bagi seorang teman saya, blog merupkan tempat untuk curhat (kayak diary, misalnya bllognya kambing jantan), atau mungkin sebagai media belajar nulis dan lainnya.

nah, yang perlu diingat bahwa ternyata blog juga merupakan salah satu penilaian konsumen terhadap kredibilitas dia sebagai seorang pebisnis.siapapun anda, bisnis apapun anda, anda akan terasa lebih sulit menjalankannya dalam waktu panjang jika kredibilitas anda tidak anda dalam blog.

misalnya gini, oke, temen-temen bisa aja jualin buku, jualin ebook, atau apapun itu,jika tidak ditunjang dengan kredibilitas teman-teman sebagai seorang pebisnis lewat blog, maka pembelian akan terjadi satu kali. jarang sekali orang akan membli barang dua kali ke web temen2. selain tentu saja pelayanan yang bagus juga menjadi faktor penting.

nah, kenapa harus blog? jawabanya adalah seseroang yang membangun blog akan mudah dikenali dan dipercaya daripada seseorang yang berbisnis tanpa membangun blog. dari blog ini biasaya konsumen akan menjadi konsumen tetap jika anda bisa dipercaya lewat kredibilitas anda sebagai seorang bloger juga.

misalnya pak joko dengan blognya www.jokosusilo.com. kredibilitasnya beliau sudah terbangun dalam blognya. setiap postingannya akan selalu mendapatkan komentar minimal 100 komentar. ini berimbas ke dua bisnis yang sedang beliau jalani, yaitu www.formulabisnis.com atau www.mractionclub.com. dari ke dua website ini, beliau telah mampu menjadi seorang miliarder.

coba anda sekali lagi perhatikan apa yang ada dalam blog pak joko dan apa sangkut pautnya dengan website bisnisnya?disana anda akan lihat blog telah membuatnya mengangkat kredibilitasnya. kredibilitasnya terangkat karena beliau memberikan manfaat untuk orang lain bagaimana menjalankan bisnis internet. dan itu berimbas pada trafik websitenya dan juga bisnisnya.

lalu apa yang dibicarakan pak joko dalam blognya? tentu saja yang beliau bicarakan adalah seputar bisnisnya. ini kuncinya. blog anda juga harus menunjukan identitas bisnis teman-teman. jangan sampai ketika teman-teman berbisnis baju, teman-teman berbicara masalah teknologi, ya ngga nyambung to..^_^ oke sampai disini dulu kali ya..untuk dapetin materi yang bagus dan melihat-lihat kesuksesan seorang Joko Susilo, temen2 bisa masuk ke website jokosusilo.com dan mractionclub.com. anda juga bisa gabung di komunitas komunitas bisnis yang sudah pak joko sediakan. didalamnya ada forum komunitas bisnis. temen-temen gabung aja dan coba perhatikan sinkron tidak antara websitenya dengan blog yang beliau urus di http://www.jokosusilo.com/ itu saja dulu kali ya….sekali lagi, kalo temen-temen ada yang punya ilmu bisnis atau bisnis, temen-temen boleh fromosi lewat group ini. gratis…santai saja..hehehehe… salam netpreneur…

Kunci Sukses Dalam Bisnis=leverage

Teman-teman pernah melihat orang yang ketika teman-tema masih kecil, teman-teman mempunyai makanan favorite yang biasa teman-teman beli di sekolah sewaktu SD. waktu berjalan sampai akhirnya teman-teman tumbuh dewasa dan menemukan fakta bahwa si bapak yang menjual makanan favorit teman-teman sampai sekarang masih berjualan. bukan si bapak itu yang menjadi fokus saya tetapi lebih kepada kenapa si bapak tukang makanan tersebut masih tetap seperti itu tidak berubah. hanya yang terlihat jelas berubah adalah raut mukanya yang semakin renta.

Tentu otak kita memutar otak dan bertanya-tanya kenapa si bapak tidak berubah dan berjualan makanan tersebut seumur hidup. sementara keadaan ekonominya masih saja seperti itu.

jawabannya adalah leverage. si bapak tidak menggunakan daya ungkitnya untuk membangun menjadi semakin banyak grobak. misal jualan makanan dengan menambah armada dorongan…

lalu bagaimana caranya meningkatkan daya ungkit?

1. berikan kepada orang lain kerjaan yang tidak mampu kita kerjakan. misalnya saya tidak kurang ahli dalam membuat desain web, maka berikanlah kerjaan kepada yang ahlinya.

2. jadikan kerjaan lebih baik. buatlah sistem yang mendukung pekerjaan kita.

3. yang terakhir kerjakanlah hal-hal yang paling mempengaruhi kemajuan bisnis kita. mau tidak mau kita harus faham apa yang menjadi faktor utama keberhasilan sukses kita…

semoga bermanfaat

Aku Pandang Aku Dapat…keren tidak?

Memang benar apa kata pepatah, “Dari mata turun ke hati”. dan pepatah ini jitu sekali kalau kita memahami dan mencoba untuk benar-benar mencoba menggunakan seluruh panca indra kita. (bicara apa sih Ten?). oke…oke…teman-teman sabar.

setuju tidak mata kita adalah salah satu panca indra yang bisa mensukseskan kita di masa mendatang, tetapi mata juga bisa membuat kita terpuruk? (salah satunya).

panca indra yang satu ini telah menghantarkan saya ke situasi mendapatkan buku gratis. percaya? kita lihat.

seminggu yang lalu, saya beserta istri pergi ke sebuah seminar yang subhanallah bagus sekali (setidaknya buat saya). salah tiga pematerinya adalah Salim. A Fillah, Abu Izzudin dan terakhir adalah direktur Pro-u Media.

pada saat kedatangan ke tempat acara bedah buku ini, perlahan saya berjalan dan mulai mencari posisi yang enak, tentu saja posisi paling depan. karena saya paling malas harus celingak-celinguk ketika acara sedang berlangsung. akhirnya saya dapatkan tempat duduk yang paling depan sekaligus sedikit di tengah-tengah barisan.

sudah duduk santai, kemudian mencoba kenalan dengan teman sebelah (siapa tahu direktur sebuah penerbitan. kan bisa masukin tulisan..hehehehe..), kemudian mencoba untuk membuka mata, hati dan pikiran supaya dapat ilmu baru.

singkat cerita masuklah acara pertama, yaitu bedah buku, bukunya Ust. Salim dan bukunya Ust. abu izzudin.

“Teteh dan akang yang kami hormati masuklah acara yang pertama yaitu bedah buku yangakan dibawakan olehmoderator kita akang..bla..bla..bla…(lupa namanya)” tiba-tiba sang MC berkata. dan yang dipanggilpun datang. sang moderator masuk ke panggung sambil membawa dua buah buku yang masih di plastik, ingat dua buah buku yang masih di plastikin….!!!!

dag…gig…dug…jantung berdenyut ketika mata menangkap dua buku tersebut. mata saya tak henti-hentinya melihat dua buku yang akan dibedah itu. dan saya yakin teman-teman tahu untuk apa buku itu dibawa ke depan. yup..door prize….

setelah melihat buku yang dibawa moderator tersbut, tiba-tiba ada sebuah perasaan aneh yang menyeruak begitu saja ke dalam hati. perasaan yang sungguh membuat hati merasa nyaman, lalu ada yang berkata dalam hati “Aku pasti miliki salah satu buku itu, pasti”

seiring berjalannya waktu. saya pun seperti kebanyakan manusia disekitarnya. berusaha untuk mencerna apa yang dikatakan oleh sang pembicara. salah satu yang saya dapatkan dari salah satu pembicara adalah “Menulislah, karena dengan menulis anda akan dikenang sejarah.” selain itu, “Menulislah, karena dengan menulis yang bermanfaat, pahala akan terus mengalir ketika kita telah tiada.” hemmm…dalam juga ya pikir saya. dalam, karena saya menulis sering kali asal-asalan, sering kali apa yang ada di otak langsung saya tuliskan tanpa berfikir apakah nilainya bermanfaat banyak, atau justru menyesatkan? pelajaran selanjutnya dari seminar itu adalah berhati-hatilah menulis, karena dengan menulis akan merubah manusia. hemmm berat juga…

akhirnya pembahasan bedah buku itupun selesai, dan saya cukup puas dengan pembahasannya. “Ada yang mau bukunya?” teriakan sang MC tiba-tiba mengagetkan lamunan saya yang tengah mencoba menyerap apa yang telah dipaparkan oleh pemateri. ketika san MC mengatakan sekali lagi “Ada yang mau bukunya?” saya spontan teriak “ada…!” begitupun dengan yang lain. “yang mau maju ya. tapi setelah hitungan ketiga”. hati semakin dag…dig…dug…saja.

“tiga..!!!” tiba-tiba MC berkata tiga, dan tiba-tiba juga badan seperti ada yang menarik maju kedepan. saya didepan, saya di depan panggung. sejenak saya tak sadar saya melonpat ke depan panggung (karena memang cuma 2 langkah saja dari tempat duduk ke panggung). tiba-tiba saja reflek. setelah di depan panggung, saya baru nyadar dibawah tempat duduk saya berantakannya minta ampun. jaket, pulpen, kalender yang dikasih panitia semuanya berantakan di bawah. saya kemudian berpikir ulang kembali apa yang dipkirkan oleh saya sewaktu awal sekali moderator maju. saya yakin saya akan mendapatkan buku. dan hasilnya, wow…subhanallah..benar-benar saya dapatkan salah satu buku tersbut.

kembali saya buktikan dahsyatnya Law of attraction. saya pandang kedua buku tersbut, saya masukan benar-benar ke hati dan merasakan bahwa saya sudah mendapatkannya, dan terakhir tinggal tunggu saja apa yang akan terjadi.

itulah kekuatan bawah sadar kita. kekuatannya mampu membantu kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. contoh yang kecil tentu saja saya yakin teman-teman pernah mengalaminya. misalnya ingin bangun di pagi hari pukul tiga, dan itu terjadi? sering kan? permasalahnnya kita tidak menggali lebih jauh lagi bahwa itu bisa digunakan dan dapat membantu kita untuk mewujudkan impian-impan kita. tentu sj sambil berdoa kepada Allah swt.

inilah buku yang saya dapat sewaktu di bedah buku. happy ending full barokaah.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.